gile ni TPM 2, soalnya lebih berracun, susah gile, tapi cukup plong liat hasil yang lumayan maju dikit, tapi masih kurang, aku mau hasilnya lebih..lebih..lebih baik dari ini. tapi ini lagi TPM besok UNAS harus bisa lebih bagusssss... biar dapet SMA yang di inginkan, hehe...
READ MORE - TPM 2
Twitter update
Followers
Labels
- ♥ my story ♥ (19)
- about Indonesia (1)
- CERBUNG (2)
- koleksi cerpen (2)
- let's study (2)
- lirik lagu (8)
- news (2)
- other (4)
- Pendidikan (1)
- PHOTOS (5)
- poem (6)
- Tips (6)
About Me
26 Februari 2011
Pesan Kanaya
“kanaya!!!” panggil Rangga,
Gadis yang di panggil “kanaya” menengok dan tersenyum, Rangga berlari mendekati Kanaya, Rangga langsung memegang tangan mungil Kanaya,
“kamu tu ya, kakak cari-cari ternyata disini,” ucap Rangga,
“hehe, habis bosen di kamar terus,” kata Kanaya,
“owh, maafin kakak ya dah ninggalin kamu sendiri,” ujar Rangga merasa bersalah,
“udah, nggak apa kok kak,”
Kanaya dan Rangga ngobrol di taman rumah sakit, hari ini tepat seminggu Kanaya dirawat di rumah sakit, dia mengidap kangker otak, Kanaya adalah adik Rangga satu-satunya,
“naya, ini dah mau jam makan siang lho, bentar lagi kamu juga mau di periksa kan?,”
“iya, ke kamar yuk,” ajak Kanaya,
“ini baru mau kakak ajak,”
Rangga mendorong kursi roda Kanaya menuju kamarnya, saat mereka sampai di depan kamar tepat dengan datanganya dokter Rafael yang mau memeriksa Kanaya,
“gimana kabarnya?,” tanya dokter Rafael,
“baik dok,” jawab Kanaya,
“saya periksa dulu ya?,” kata dokter itu sambil memulai pemeriksaan terhadap Kanaya.
Setelah selesai memeriksa Kanaya dokter itu mengajak Rangga keluar dari kamar Kanaya,
“gimana dok keadaannya?,” tanya Rangga,
“ini terlalu sulit di ungkapkan,” jawab dokter Rafael lesu,
“maksud dokter?,” tanya Rangga,
“semakin memburuk, segera hubungin orang tua anda, mungkin itu bisa jadi spirit buat dia, meski pun hanya sekian persen untuk dia bisa selamat,” jawab dokter Rafael,
“baik dok, terimakasih,” kata Rangga lesu,
Tak lama Rangga langsung menelfon orang tuanya yang ada di Singapore,
“ma, kanaya ma, kata dokter dia makin kritis,” ujar Rangga di telfon,
“oke, mama segera pulang ke Indonesia besok,” jawab sang mama,
“ya udah ma, kalo mama dah sampe Indonesia nelfon ya ma,” kata Rangga sambil menutup telfon,
Rangga masuk ke kamar Kanaya, di lihatnya sang adik yang tertidur pulas dalam buaian mimpi indah, di belainya rambut lurus sang adik,
“dek, kamu jangan tinggalin kakak sendiri ya,” pinta Rangga dalam hati,
Air matanya menitik berlahan, dihapusnya air mata itu, dia takut Kanaya tau dia menangis. Rangga tertidur ketika Kanaya terbangun dari tidurnya.
***
Ke esokkan harinya Rangga menjemput orang tuanya di bandara, mereka langsung menuju rumah sakit, sampai rumah sakit,
“hallo Kanaya,” sapa sang mama,
“mama?kapan mama sama papa dateng?,”
“tadi, gimana kabar kamu sayang?,” tanya sang mama,
“baik ma,”
***
Malam harinya Kanaya hanya ditemani mamanya, papa dan Rangga di rumah, Rangga banyak tugas, karena kuliahnya terbengkalai setelah Kanaya masuk rumash sakit,
“ma..” panggil Kanaya lesu,
“kenapa sayang?,” tanya sang mama,
“ma, kanaya sayang mama,” ujar Kanaya sambil memeluuk sang mama,
“mama juga,”
“ma, kalo kanaya pergi jauh, jauh banget, kak Rangga ikut mama sama papa ke Singapore ya ma?, kasian kak Rangga sendiri,” pesan Kanaya,
“kamu ngomong apa sih Naya?,” tanya sang mama,
“ma, kanaya mau tidur dulu ya ma,” ujar Kanaya tanpa menjawab pertanyaan sang mama,
Sang mama masih bertanya-tanya apa maksud putrinya. Kanaya tertidur pulas di ranjangna, mamanya membelai rambutnya,
“jangan pergi ya sayang,” batin sang mama,
***
Ke esokkan harinya, Rangga, mamanya, dan papanya berkumpul di kamar Kanaya.
“tumben pada kumpul disini?,” tanya Kanaya,
“kamu gimana sih, hari ini kamu ulang tahun lho adekku sayang,” jawab Rangga,
“owh iya iya,” ujar Kanaya tersadar,
“ini kado buat kamu,” ujar mamanya sambil memberikan sebuah kotak warna merah kesukaan Kanaya,
“makasih ya ma, isinya apa ya?,” tanya Kanaya,
“makanya di buka donk,”
Kanaya membuka kotak itu, sebuah kotak musik,
“makasih ya ma, pa,” ujar Kanaya girang,
“Cuma mama papa nih, kakak nggak?,” tanya Rangga,
“eh iya, kakakku yang ganteng,” ujar Kanaya sambil memeluk sang kakak.
***
Seminggu setelah ulang tahunya, Kanaya kritis, dan dia harus dibawa ke ruang ICU, dokter berusaha sekuat tenaga mempertahankan nyawa Kanaya, namun Tuhan berkehendak lain, Kanaya meniggal.
Dua bulan setelah kematian Kanaya,
“rangga, kamu ikut mama papa ke Singapore ya?,” tanya sang Mama,
“maksud mama, Rangga harus ninggalin kenangan tetang Kanaya?,” jawab Rangga dengan nada negatif,
“ini bukan kemauan mama sayang, ini pesan adek kamu, dia nggak mau kamu sendiri di sini, dia mau kamu ikut mama sama papa,” ujar sang mama,
“jadi?,”
“iya, kamu ikut mama sama papa,”
“oke, aku ikut kalo itu memang pesan Kanaya,”
Akhirnya Rangga mau ikut orang tuanya ke Singapore. Tiap Rangga mengingat Kanaya, dia selalu mendengarkan musik yang mengalun merdu dari kotak musik Kanaya.
*ini hanyalah karangan fiksi semata, bila ada kesamaan nama, tempat, dan kejadian harap maklum, hehe,*
READ MORE - Pesan Kanaya
Gadis yang di panggil “kanaya” menengok dan tersenyum, Rangga berlari mendekati Kanaya, Rangga langsung memegang tangan mungil Kanaya,
“kamu tu ya, kakak cari-cari ternyata disini,” ucap Rangga,
“hehe, habis bosen di kamar terus,” kata Kanaya,
“owh, maafin kakak ya dah ninggalin kamu sendiri,” ujar Rangga merasa bersalah,
“udah, nggak apa kok kak,”
Kanaya dan Rangga ngobrol di taman rumah sakit, hari ini tepat seminggu Kanaya dirawat di rumah sakit, dia mengidap kangker otak, Kanaya adalah adik Rangga satu-satunya,
“naya, ini dah mau jam makan siang lho, bentar lagi kamu juga mau di periksa kan?,”
“iya, ke kamar yuk,” ajak Kanaya,
“ini baru mau kakak ajak,”
Rangga mendorong kursi roda Kanaya menuju kamarnya, saat mereka sampai di depan kamar tepat dengan datanganya dokter Rafael yang mau memeriksa Kanaya,
“gimana kabarnya?,” tanya dokter Rafael,
“baik dok,” jawab Kanaya,
“saya periksa dulu ya?,” kata dokter itu sambil memulai pemeriksaan terhadap Kanaya.
Setelah selesai memeriksa Kanaya dokter itu mengajak Rangga keluar dari kamar Kanaya,
“gimana dok keadaannya?,” tanya Rangga,
“ini terlalu sulit di ungkapkan,” jawab dokter Rafael lesu,
“maksud dokter?,” tanya Rangga,
“semakin memburuk, segera hubungin orang tua anda, mungkin itu bisa jadi spirit buat dia, meski pun hanya sekian persen untuk dia bisa selamat,” jawab dokter Rafael,
“baik dok, terimakasih,” kata Rangga lesu,
Tak lama Rangga langsung menelfon orang tuanya yang ada di Singapore,
“ma, kanaya ma, kata dokter dia makin kritis,” ujar Rangga di telfon,
“oke, mama segera pulang ke Indonesia besok,” jawab sang mama,
“ya udah ma, kalo mama dah sampe Indonesia nelfon ya ma,” kata Rangga sambil menutup telfon,
Rangga masuk ke kamar Kanaya, di lihatnya sang adik yang tertidur pulas dalam buaian mimpi indah, di belainya rambut lurus sang adik,
“dek, kamu jangan tinggalin kakak sendiri ya,” pinta Rangga dalam hati,
Air matanya menitik berlahan, dihapusnya air mata itu, dia takut Kanaya tau dia menangis. Rangga tertidur ketika Kanaya terbangun dari tidurnya.
***
Ke esokkan harinya Rangga menjemput orang tuanya di bandara, mereka langsung menuju rumah sakit, sampai rumah sakit,
“hallo Kanaya,” sapa sang mama,
“mama?kapan mama sama papa dateng?,”
“tadi, gimana kabar kamu sayang?,” tanya sang mama,
“baik ma,”
***
Malam harinya Kanaya hanya ditemani mamanya, papa dan Rangga di rumah, Rangga banyak tugas, karena kuliahnya terbengkalai setelah Kanaya masuk rumash sakit,
“ma..” panggil Kanaya lesu,
“kenapa sayang?,” tanya sang mama,
“ma, kanaya sayang mama,” ujar Kanaya sambil memeluuk sang mama,
“mama juga,”
“ma, kalo kanaya pergi jauh, jauh banget, kak Rangga ikut mama sama papa ke Singapore ya ma?, kasian kak Rangga sendiri,” pesan Kanaya,
“kamu ngomong apa sih Naya?,” tanya sang mama,
“ma, kanaya mau tidur dulu ya ma,” ujar Kanaya tanpa menjawab pertanyaan sang mama,
Sang mama masih bertanya-tanya apa maksud putrinya. Kanaya tertidur pulas di ranjangna, mamanya membelai rambutnya,
“jangan pergi ya sayang,” batin sang mama,
***
Ke esokkan harinya, Rangga, mamanya, dan papanya berkumpul di kamar Kanaya.
“tumben pada kumpul disini?,” tanya Kanaya,
“kamu gimana sih, hari ini kamu ulang tahun lho adekku sayang,” jawab Rangga,
“owh iya iya,” ujar Kanaya tersadar,
“ini kado buat kamu,” ujar mamanya sambil memberikan sebuah kotak warna merah kesukaan Kanaya,
“makasih ya ma, isinya apa ya?,” tanya Kanaya,
“makanya di buka donk,”
Kanaya membuka kotak itu, sebuah kotak musik,
“makasih ya ma, pa,” ujar Kanaya girang,
“Cuma mama papa nih, kakak nggak?,” tanya Rangga,
“eh iya, kakakku yang ganteng,” ujar Kanaya sambil memeluk sang kakak.
***
Seminggu setelah ulang tahunya, Kanaya kritis, dan dia harus dibawa ke ruang ICU, dokter berusaha sekuat tenaga mempertahankan nyawa Kanaya, namun Tuhan berkehendak lain, Kanaya meniggal.
Dua bulan setelah kematian Kanaya,
“rangga, kamu ikut mama papa ke Singapore ya?,” tanya sang Mama,
“maksud mama, Rangga harus ninggalin kenangan tetang Kanaya?,” jawab Rangga dengan nada negatif,
“ini bukan kemauan mama sayang, ini pesan adek kamu, dia nggak mau kamu sendiri di sini, dia mau kamu ikut mama sama papa,” ujar sang mama,
“jadi?,”
“iya, kamu ikut mama sama papa,”
“oke, aku ikut kalo itu memang pesan Kanaya,”
Akhirnya Rangga mau ikut orang tuanya ke Singapore. Tiap Rangga mengingat Kanaya, dia selalu mendengarkan musik yang mengalun merdu dari kotak musik Kanaya.
*ini hanyalah karangan fiksi semata, bila ada kesamaan nama, tempat, dan kejadian harap maklum, hehe,*
Categories
koleksi cerpen
24 Februari 2011
BackStreet oh yeahhh...
Setengah jam sebelum bel berbunyi Raia masuk ke kelasnya, para siswa sibuk sendiri, ada yang sibuk bermain handphone, ngobrol, nyontek PR, nggosip. Dan saat Raia melangkah menuju kursinya siswa yang mungkin tadi ngeggosip melihat kearahnya,
“nape, ni orang pada liatin gue,” batinnya,
Saat Raia duduk Dikky, Kenya, Ilham langsung menyerbunya,
“gile loe Ra, bisa jalan sama kapten futsal yang di kenal jutek mampus,” ujar Kenya
Raia menyrengitkan dahi,
“maksud loe?,” tanya Raia polos,
“iya, foto loe lagi jalan berdua sama si Bisma udah nyebar luas di seluruh penjuru negeri SMA Tunas Bangsa,” ucap Dikky lebay,
“what??,” Raia kaget,
Saat Raia dan teman-temannya asik ngbrol ada salah seorang siswa berkata pada Raia,
“beruntung ya loe, bisa jalan berdua sama bisma, gue yang fansnya aja nggak pernah berhasil,” ujar cewek itu lalu berlalu dari hadapan Raia dan kawan-kawannya,
“gila, masak iya gue jalan sama cowok gue sendiri jadi heboh gini,” batin Raia, “owh iya gue kan backstreet,” lanjutnya sambil memukul dahinya,
“kenapa loe Ra, mukul-mukul jidat, ada nyamuk apa?,” tanya Ilham,
“nggak, gue lupa laptop gue belom gue cabut,” jawab Raia berbohong,
Raia langsung mengambil handphone di sakunya, dia mencari sebuah nama di kontaknya untuk di SMS,
To: Bismalem
eh, kok foto kita pas malming kemaren kesebar sih?
Derttt... dertttt balasan dari bisma datang
From : Bismalem
Gue juga nggak ngerti, pagi-pagi gue udah langsung di serbu pertanyaan sama temen-temen tim gue,
To : Bismalem
Kayaknya ada yang liat kita jalan deh
Derttt derttt
From : Bismalem
Udah lah, diemin aja, eh, ntar sore gue tanding futsal,loe liat ya, ngajak kenya juga nggak apa,
To : Bismalem
Iya, insya allah, udah ya, dah masuk nih, bye.
Bu Ressy masuk kelas dengan gaya berjalannya yang khas, lalu dia menyapa muridnya juga dengan khasnya
“selamat pagi anak-anak, langsung kalian buka halaman 198”
“udah gue tebak no basa-basi,” batin Raia
***
Tettt...tettt... tettt.....
Bel istirahat berbunyi, Bu Ressy mempersilahkan muridnya untuk beristirahat, semua siswa segera keluar dari kelas masing-masing, ada yang kekantin, ada yang ke perpus, ada yang Cuma nongkrong di depan kelas. Raia and the gank segera menuju ke kantin, saat Raia memasuki kantin dia langsung jadi pusat perhatian,
“gile, baru kali ini gue ngrasa jadi artis sekolah,” ujar Dikky lebay,
“huss, diem loe, mereka gak liatin loe, tapi Raia,” ucap Kenya sambil mencubit lengan Dikky,
Segera Raia menduduki kursi yang kosong di pojok kantin,
“kok gue jadi pusat perhatian gini ya?,” tanya Raia polos,
“ye elah, ni bocah, gimana sih loe, jelas lah loe jadi pusat perhatian, secara gitu, loe jalan sama kapten futsal yang jutek mampus,” jawab Ilham,
Saat Raia and the gank ngobrol, Bisma datang menghampiri Raia, kantin mendadak hening, semua perhatian tertuju pada Bisma,
“gue boleh pinjem Raianya bentar nggak?,” tanya Bisma,
“boleh, tapi balikinnya nggak boleh lecet setitik pun ya,” jawab Kenya,
“nggak lah,” ucap Bisma sambil menarik Raia menuju taman belakang,
Saat di taman belakang, Raia dan Bisma hanya terdiam, sampai saat Bisma memulai pembicaraan,
“gue nggak betah back street, gue tau loe sakit,” ujar Bisma,
“lih, pedenya,” ucap Raia sambil tersenyum,
“ye, ngaku aja, loe cemburu kan pas gue di cubitin pipinya sama cewek-cewek itu,” kata Bisma dengan pedenya,
“he??, ngarti dari mana loe?,” tanya Raia,
“dari mata loe, mata loe yang ngomong ke gue, katanya loe cemburu,” jawab Bisma,
“alah, gombal,” ucap Raia,
“udah, yang pasti, entar gue mau ngebuka hubungan kita pas pertandingan futsal, ya kalo bisa pas SMA kita menang,” ujar Bisma,
“hah, gila loe,” Raia kaget,
“udah, yang pasti entar gue mau ngebuka hubungan kita,” ujar bisma sambil pergi meninggalkan Raia sendiri,
“gila nih cowok gue,”batin Raia geleng-geleng,
Raia berjalan gontai menuju kelasnya, sepanjang jalan dia hanya bisa membayangkan hal apa yang akan terjadi nanti sore,
“kenapa loe Rai?,” tanya Kenya,
“nggak apa, gue laper aja,” jawab Raia berbohong,
“entar sore loe liat futsal nggak?,” tanya Dikky,
“insya allah liat,” jawab Raia.
***
Sore harinya Raia dan kenya melihat pertandingan futsal, kedua team bermain dengan sengit, namun akhirnya SMA Tunas Bangsa menjadi pemenangnya,
“kak Bisma!!!!,” teriak cewek-cewek saat Bisma berjalan menuju pinggir lapangan,
Bisma tengak-tengok mencari seseorang, sampai pandangannya tertuju pada Raia, Bisma berjalan mendekati Raia,
“hai sayang,” sapa Bisma,
Raia terkejut sontak berdiri dari duduknya, semua langsung bertanya-tanya, kenapa Bisma memanggil Raia “Sayang”
“kak, bukannya kakak jomblo ya?,” tanya seseorang,
“kapan aku bilang kalo aku jomblo?,” Bisma balik bertanya,
“hla, kakak, nggak pernah jalan sama pacar kakak,” orang itu menjawab,
“kalo aku nggak jalan sama pacarku terus aku jomblo?, aku Cuma nggak mau Raia kikuk, secara dia kutu buku,” ujar Bisma,
Semua diam, tersenyum tipis, ada yang sedih, ada juga yang merasa lega,
“akhirnya, bro, loe ngakuin cewek loe juga,” ujar teman seteamnya,
“akhirnya, sist, loe ngakuin cowok loe juga,” ujar Kenya, Dikky, dan Ilham,
Bisma memeluk Raia, namun Raia melepaskan pelukan itu,
“hlo kenapa?,” tanya Bisma,
“bau kringet,” jawab Raia,
“hahahahahahahahahaaaa....” semua tertawa
*ini hanyalah karangan fiktif belaka, mohon maaf bila ada kesamaan nama, tempat, kejadian, itu hanya kebetulan belaka, hehe*
READ MORE - BackStreet oh yeahhh...
“nape, ni orang pada liatin gue,” batinnya,
Saat Raia duduk Dikky, Kenya, Ilham langsung menyerbunya,
“gile loe Ra, bisa jalan sama kapten futsal yang di kenal jutek mampus,” ujar Kenya
Raia menyrengitkan dahi,
“maksud loe?,” tanya Raia polos,
“iya, foto loe lagi jalan berdua sama si Bisma udah nyebar luas di seluruh penjuru negeri SMA Tunas Bangsa,” ucap Dikky lebay,
“what??,” Raia kaget,
Saat Raia dan teman-temannya asik ngbrol ada salah seorang siswa berkata pada Raia,
“beruntung ya loe, bisa jalan berdua sama bisma, gue yang fansnya aja nggak pernah berhasil,” ujar cewek itu lalu berlalu dari hadapan Raia dan kawan-kawannya,
“gila, masak iya gue jalan sama cowok gue sendiri jadi heboh gini,” batin Raia, “owh iya gue kan backstreet,” lanjutnya sambil memukul dahinya,
“kenapa loe Ra, mukul-mukul jidat, ada nyamuk apa?,” tanya Ilham,
“nggak, gue lupa laptop gue belom gue cabut,” jawab Raia berbohong,
Raia langsung mengambil handphone di sakunya, dia mencari sebuah nama di kontaknya untuk di SMS,
To: Bismalem
eh, kok foto kita pas malming kemaren kesebar sih?
Derttt... dertttt balasan dari bisma datang
From : Bismalem
Gue juga nggak ngerti, pagi-pagi gue udah langsung di serbu pertanyaan sama temen-temen tim gue,
To : Bismalem
Kayaknya ada yang liat kita jalan deh
Derttt derttt
From : Bismalem
Udah lah, diemin aja, eh, ntar sore gue tanding futsal,loe liat ya, ngajak kenya juga nggak apa,
To : Bismalem
Iya, insya allah, udah ya, dah masuk nih, bye.
Bu Ressy masuk kelas dengan gaya berjalannya yang khas, lalu dia menyapa muridnya juga dengan khasnya
“selamat pagi anak-anak, langsung kalian buka halaman 198”
“udah gue tebak no basa-basi,” batin Raia
***
Tettt...tettt... tettt.....
Bel istirahat berbunyi, Bu Ressy mempersilahkan muridnya untuk beristirahat, semua siswa segera keluar dari kelas masing-masing, ada yang kekantin, ada yang ke perpus, ada yang Cuma nongkrong di depan kelas. Raia and the gank segera menuju ke kantin, saat Raia memasuki kantin dia langsung jadi pusat perhatian,
“gile, baru kali ini gue ngrasa jadi artis sekolah,” ujar Dikky lebay,
“huss, diem loe, mereka gak liatin loe, tapi Raia,” ucap Kenya sambil mencubit lengan Dikky,
Segera Raia menduduki kursi yang kosong di pojok kantin,
“kok gue jadi pusat perhatian gini ya?,” tanya Raia polos,
“ye elah, ni bocah, gimana sih loe, jelas lah loe jadi pusat perhatian, secara gitu, loe jalan sama kapten futsal yang jutek mampus,” jawab Ilham,
Saat Raia and the gank ngobrol, Bisma datang menghampiri Raia, kantin mendadak hening, semua perhatian tertuju pada Bisma,
“gue boleh pinjem Raianya bentar nggak?,” tanya Bisma,
“boleh, tapi balikinnya nggak boleh lecet setitik pun ya,” jawab Kenya,
“nggak lah,” ucap Bisma sambil menarik Raia menuju taman belakang,
Saat di taman belakang, Raia dan Bisma hanya terdiam, sampai saat Bisma memulai pembicaraan,
“gue nggak betah back street, gue tau loe sakit,” ujar Bisma,
“lih, pedenya,” ucap Raia sambil tersenyum,
“ye, ngaku aja, loe cemburu kan pas gue di cubitin pipinya sama cewek-cewek itu,” kata Bisma dengan pedenya,
“he??, ngarti dari mana loe?,” tanya Raia,
“dari mata loe, mata loe yang ngomong ke gue, katanya loe cemburu,” jawab Bisma,
“alah, gombal,” ucap Raia,
“udah, yang pasti, entar gue mau ngebuka hubungan kita pas pertandingan futsal, ya kalo bisa pas SMA kita menang,” ujar Bisma,
“hah, gila loe,” Raia kaget,
“udah, yang pasti entar gue mau ngebuka hubungan kita,” ujar bisma sambil pergi meninggalkan Raia sendiri,
“gila nih cowok gue,”batin Raia geleng-geleng,
Raia berjalan gontai menuju kelasnya, sepanjang jalan dia hanya bisa membayangkan hal apa yang akan terjadi nanti sore,
“kenapa loe Rai?,” tanya Kenya,
“nggak apa, gue laper aja,” jawab Raia berbohong,
“entar sore loe liat futsal nggak?,” tanya Dikky,
“insya allah liat,” jawab Raia.
***
Sore harinya Raia dan kenya melihat pertandingan futsal, kedua team bermain dengan sengit, namun akhirnya SMA Tunas Bangsa menjadi pemenangnya,
“kak Bisma!!!!,” teriak cewek-cewek saat Bisma berjalan menuju pinggir lapangan,
Bisma tengak-tengok mencari seseorang, sampai pandangannya tertuju pada Raia, Bisma berjalan mendekati Raia,
“hai sayang,” sapa Bisma,
Raia terkejut sontak berdiri dari duduknya, semua langsung bertanya-tanya, kenapa Bisma memanggil Raia “Sayang”
“kak, bukannya kakak jomblo ya?,” tanya seseorang,
“kapan aku bilang kalo aku jomblo?,” Bisma balik bertanya,
“hla, kakak, nggak pernah jalan sama pacar kakak,” orang itu menjawab,
“kalo aku nggak jalan sama pacarku terus aku jomblo?, aku Cuma nggak mau Raia kikuk, secara dia kutu buku,” ujar Bisma,
Semua diam, tersenyum tipis, ada yang sedih, ada juga yang merasa lega,
“akhirnya, bro, loe ngakuin cewek loe juga,” ujar teman seteamnya,
“akhirnya, sist, loe ngakuin cowok loe juga,” ujar Kenya, Dikky, dan Ilham,
Bisma memeluk Raia, namun Raia melepaskan pelukan itu,
“hlo kenapa?,” tanya Bisma,
“bau kringet,” jawab Raia,
“hahahahahahahahahaaaa....” semua tertawa
*ini hanyalah karangan fiktif belaka, mohon maaf bila ada kesamaan nama, tempat, kejadian, itu hanya kebetulan belaka, hehe*
Categories
koleksi cerpen
21 Februari 2011
Ujian Pratek
hah, hari ujian pratek pertama, ya nggak hari pertama juga sih, soalnya ujian prakteknya di masukkin ke jam pelajaran. yap ujian pertama adalah ujian batin *hlo nggak nyambung* maksudnya biologi, dan aku dapet yang tulang belulang alias nunjuk-nujuk tulang dan nyebutin namanya. grogi, saking groginya ampek lupa segalanya *lebay* segala yang di hafalin maksudnya.. hehehe....
tadi ada berapa tulang ya yang aye tunjuk, lebih dari satu yang pasti, tapi ingat, masih ada dua sesion lagi yang musti di jalanin *sesion, kayak sinetron aje*, hehe....
cerita gajebooo (gak jelas boooo) hari ini .... huahh... gubrakkkk
READ MORE - Ujian Pratek
tadi ada berapa tulang ya yang aye tunjuk, lebih dari satu yang pasti, tapi ingat, masih ada dua sesion lagi yang musti di jalanin *sesion, kayak sinetron aje*, hehe....
cerita gajebooo (gak jelas boooo) hari ini .... huahh... gubrakkkk
Categories
♥ my story ♥
17 Februari 2011
Tips Menghilangkan Jerawat
Ayo Bebas Jerawat !!!
punya masalah jerawat ?
To the poin saja ya, karena sudah banyak artikel yang menjelaskan asal-usul atau penyebab jerawat dari berbagai macam ragam jenis jerawat.
Metodenya :
* Selalu menjaga kebersihan wajah, dengan rajin membasuh muka dengan sabun yang cocok dengan PH kulit anda. Berwudhu pun juga termasuk terapi ampuh untuk mengurangi jerawat.
* Rajin berolahraga atau melakukan akitivitas fisik yang lumayan banyak menghasilkan keringat, hal ini terbukti sekali saat saya bekerja sebagai seorang pelaksana di sebuah perusahaan perkapalan dimana aktivitas kerja saya sangat banyak menghasilkan keringat yang ternyata berakibat positif untuk menurunkan tingkat keparahan jerawat saya.
* Rajin minum air putih. Tampaknya memang sederhana, tapi terapi ini benar benar manjur tidak hanya untuk masalah jerawat saja bahkan untuk penyakit penyakit berat lain sekalipun. Dengan bagusnya sistem "pengairan" di tubuh anda, maka darah anda ataupun organ lain tubuh anda akan bisa lebih "bersih" dan sehat sehingga akan mendukung proses penyembuhan anda dari jerawat atau penyakit lainnya.
* Hindari stress berlebihan karena bisa menjadi pemicu semakin banyaknya jerawat anda, saya sudah coba buktikan sendiri dengan rajin melakukan tehnik menenangkan hati yang ada di website ini, silahkan anda coba buktikan sendiri :)
Untuk mencegah agar jerawat anda tidak menjadi semakin parah, berikut ini adalah solusinya :
* Jangan memencet jerawat anda, apalagi jika tangan anda tidak bersih karena HANYA akan semakin meperparah jerawat anda bahkan bisa menimbulkan luka lain ataupun infeksi.
* Jika timbul luka, anda dapat mengoleskan Betadine untuk mencegah infeksi yang berkelanjutan.
* Cobalah menggunakan ramuan belimbing wuluh yang di tumbuk sampai halus seperti bubur lalu dicampur air garam secukupnya, Lulur ini juga berfungsi sebagai astringen yang akan membantu memperkecil pori-pori yang terbuka terlalu lebar.
* Hindari makanan berlemak dan perbanyaklah konsumsi vitamin C dan makanan yang mengandung zinc.
* Anda juga bisa melakukan penyembuhan alami untuk diri sendiri dengan terapi Reiki yang juga bermanfaat untuk membantu lebih awet muda dan memperhalus kulit.
Categories
Tips
Kiat Sukses UNAS
Menurut Guru besar Universitas Negeri Semarang (Unnes), Prof Dr Fathur Rokhman standar kelulusan UN dari 5,25 menjadi 5, 5 di UN 2009 merupakan salah satu upaya serius pemerintah memajukan dunia pendidikan dan dianggap sebuah kebijakan yang tepat. Pemerintah Indonesia perlu terus-menerus memperbaiki kualitas pendidikan agar tidak jauh tertinggal dari negara lain. Di Malaysia sudah menetapkan standar kelulusan dengan nilai tujuh.
Untuk tahun 2010 kita belum mendengar kabar resminya mengenai Standar Nilai Ujian Nasional SMA / MA, SMP / MTs, atau pun SD / MI.
Tetapi Kiat sukses harus Anda miliki sejak dini agar Anda para pelajar dapat menggapai sukses Ujian Nasional ini.
Kiat-kiat sukses yang kami sampaikan diantaranya :
Pertama, maksimalkan belajar. Ya, belajar, belajar, dan terus belajar. Itulah yang harus dilakukan. Belajar ekstra keras dan disiplin yang terus menerus harus dilakukan. Belajar bisa dengan belajar mandiri, kelompok, privat, les atau bimbingan belajar. Mumpung masih ada waktu, maka para pelajar harus belajar lebih baik dari sebelumnya. Ingatlah tidak ada yang sulit jika mau belajar dan berlatih terus menerus.
Kedua, membuat peta kemampuan diri. Standar Kelulusan (SKL) adalah cermin UN. Maka cobalah bercermin dengan SKL pada setiap mata pelajaran yang diujikan. Bercerminlah secara jujur, denga n begitu kemampuan dan kekurangan akan mudah diketahui. Setelah bercermin pada SKL inilah, saatnya sekarang membuat peta kemampuan dari setiap mata pelajaran. Dengan peta kemampuan diri, akan mudah melangkah dan memacu kemampuan diri.
Kiat ketiga, positive thinking dan positive feeling. Dengan kondisi tersebut, akan mudah mendapatkan hasil dari apa yang paling sering dipikirkan dan dirasakan. Itulah inti dari pikiran dan perasaan positif. Artinya, apa yang dipikirkan dan dirasakan saat ini, dengan UN sangat menentukan hasilnya nanti. Bila Anda berpikir dan merasa positif saat ini, maka hasil UN nantinya juga positif. Begitu pula sebaliknya.
Kiat keempat, dahulukan soal-soal yang mudah. Salah satu cara praktis ketika sedang menghadapi soal UN, setelah berdoa tentunya, adalah mencermati soal dengan seksama. Fahami maksud soal dengan baik, dan jangan sampai salah memahami maksud soal. Segera tandai soal-soal yang diyakini mudah dan pasti benar bila dikerjakan. Sekali lagi, kerjakan soal yang benar-benar mampu diselesaikan dengan benar. Ingatlah, jangan terjebak dengan mengerjakan soal selalu menurut urut nomor soal.
Kelima, hati-hati dengan Lembar Jawaban Komputer (LJK). Cara menyikapi hati-hati LJK dapat dilakukan dengan cara diantaranya, menyiapkan dan membawa alat tulis milik pribadi yang ‘legal’ untuk LJK, hindari kesalahan mengisi data pribadi dan jawaban di LJK pada kolom yang telah ditentukan. Kemudian, bila terjadi kesalahan ganti dengan hati-hati sesuai petunjuk. Setelah itu, hati-hatilah saat menebalkan atau menghitamkan pilihan jawaban, dan yakinkan setiap jawaban terbaca oleh komputer.
Bila telah selesai, periksa kembali LJK tersebut dan cocokkan data pribadi dengan kartu peserta ujian. Kemudian teliti kembali jawaban sebelum mengumpulkannya kepada pengawas. Kemampuan menjawab benar harus disertai dengan pengisian LJK yang benar pula.
Kiat keenam, perbanyaklah berdoa kepada Allah SWT. ”Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan permohonanmu’. Demikian Allah berfirman dalam QS Al-Baqarah: 186. Manusia hanya bisa merencanakan, Tuhanlah yang menentukan hasilnya. Manusia tidak berdaya tanpa pertolongan-Nya. Itulah kata-kata yang menunjukkan bahwa doa itu dahsyat, doa itu luar biasa.
Yang tak kalah pentingnya adalah mendekatkan diri kepada Allah baik sebelum, ketika dan sesudah UN. Memperbanyak doa dapat dilakukan dengan cara-cara seperti, berdoa secara pribadi, yaitu memperbanyak doa kepada Allah sesudah shalat wajib, dan lebih utama lagi bila dikerjakan setelah shalat sunnah tahajud malam hari. Mintalah orang tua mendoakan secara khusus serta perbaikilah perilaku dan pergaulan.
Dengan melakukan hal-hal tersebut, otomatis akan banyak orang yang memberikan doa restu. Libatkan Allah dalam persiapan meraih sukses UN 2009.Karena kesuksesan dalam UN ditentukan oleh kerja keras ditambah dengan strategi belajar yang tepat serta ketekunan berdoa kepada Allah SWT. Selamat mencoba, semoga kesuksesan dalam pelaksanaan UN menjadi milik Anda.
http://ujiannasional.org/kiat-sukses-ujian-nasional.htm
Categories
Tips
Langganan:
Postingan (Atom)



