Ada sebuah kenangan yang nggak bakal aku lupain. Ini terjadi
ya mungkin setengah tahun lalu. Berawal dari
libur gara-gara kakak kelas UNAS. Aku dan beberapa temanku pergi. Awalnya kita
janjian jam 5 PAGI! Bayangkan aku harus bangun jam 4 pagi padahal itu adalah
hari libur, aneh memang, ini bukan Liburan tapi aku dengan percaya diri kembali
ke ketempat tidurku. Bukannya apa-apa, teman-temanku itu pasti molor kalau
janjian, molornya nggak tanggung-tanggu.
Saat itu kita janjian jam 5 pagi, berharap sampai sana
selamat tanpa kena polisi. Maklum diantara kami rata-rata anak kelas 1 SMA yang
belom punya SIM. Tapi demi pergi bersama kita nunggu yang pada males bangun. Sampai-sampai
kita molor 3 jam. Bayangkan 3 jam bukan waktu yang sebentar.
Akhirnya kita berangkat. Aku merasa ada sesuatu yang terjadi
pada ban belakangku. Kau tau apa yang terjadi. Ban motorku BOCOR!. Itu sangat
payah, aku mengatakan pada temanku “Zan, aku lebih baik nggak itu aja,”. Tapi teman yang lain meminta
aku untuk ikut. Lucunya, aku kesana naik apa? Ngesot?. Akhir salah satu
diantara kami ada yang puny aide untuk meminta si Bengal ikut.
Akhirnya aku pakai motornya Fauzan, dan dia bonceng si
Bengal. kau tahu kenapa aku tidak memboceng laki-laki? Karena aku masih ingin
hidup dan nggak mau nambah dosa, haha.
Akhirnya kita berangkat. Awalnya perjalanan kami
menyenangkan, sampai kita bertemu dengan tanjakan. Ya Allah, perasaanku nggak
enak.
Benar saja, aku hilang konsentrasi, dan BRUK! Aku jatuh,
beruntungnya aku jatuh di tanah tak terbayang jika aku jatuh dia aspal yang
kasar itu. Fauzan dan yendri yang ada dibelakang ku langsung berhenti,
“kamu nggak papa,” itu yang pertama kali ditanyakannya, “ya udah
yang penting kamu nggak papa,”
Akhirnya kita lanjut. Perjalanan ke Kebun Buah Mangunan. Disana
kesialanku terbalas dengan pemandangan indah.
Tapi aku merasa bahwa aku lebih baik tidak ikut. Kalau aku
tidak ikut mungkin tidak akan sekacau ini.


0 komentar:
Posting Komentar